Inovasi adalah nyawa dari sebuah perusahaan.
Begitu pula dengan perusahaan yang bergerak di bidang sepeda. SunTour adalah
salah satu perusahaan tersebut. Nama SunTour terangkat, dan terhempas, karena
inovasi yang dilakukan, dan tidak dilakukannya.
Berawal dari Maeda Iron Works yang membuat
sproket dan freewheel sepeda sejak
1912, nama SunTour hadir dalam bentuk derailleur tahun 1956. Ide produk ini
lahir saat Junzo Kawai pergi ke Eropa tahun 1949. Saat itu derailleur keluaran
SunTour dan pabrikan Jepang lain masih mirip derailleur buatan Perancis seperti
Simplex, Huret, atau CycloTourist.
Di tahun 1964, Nobuo Ozaki, salah seorang
perekayasa SunTour membuat SunTour Grand Prix, derailleur dengan mekanisme
paralel miring seperti derailleur yang beredar saat ini. Sebelum Grand Prix,
derailleur yang ada menggunakan paralelogram yang tegak lurus roda. Desain yang
dipatenkan ini membuat jarak antara puli penuntun derailleur dan freewheel
tetap sama di segala posisi. Desain paralelogram miring ini membuat SunTour menjadi
pembuat derailleur dengan mekanisme terbaik satu-satunya hingga
paten desain ini kadaluarsa di tahun 1984.
Tahun 1969, JASCA (Japan Sports Cycle Association), asosiasi yang menaungi pabrikan
komponen sepeda Jepang pecah menjadi Japan
Bicycle Parts Manufacturers Group (JEX) dengan SunTour sebagai salah satu
anggotanya, dan Japan Bicycle
Manufacturers (JBM) yang salah satu anggotanya adalah Shimano. Berbeda
dengan JBM, JEX tidak memperbolehkan anggotanya yang terdiri dari Dia Compe
(rem), HKK (rantai), Maeda-SunTour (derailleur dan freewheel), Nankai (rem
tromol), Sugino (crank), dan Taihei (sadel) untuk bersaing dengan sesamanya
dengan memproduksi komponen yang sudah menjadi spesialisasi anggota yang lain.
Di tahun 1969, SunTour juga pabrikan komponen
sepeda pertama yang menggunakan transmisi terindeks, bukan cuma mengandalkan
friksi seperti transmisi sepeda pendahulunya. Di tahun yang sama SunTour juga
membuat hub dengan mekanisme freewheel
atau saat ini dikenal dengan istilah cassette
hub. Walaupun inovasi tersebut terbukti menjadi keharusan saat ini, SunTour
tidak melanjutkan penjualan produk ini.
 |
Derailleur SunTour Grand Prix |
Pada awal dekade 1980-an, tren komponen sepeda
adalah penggabungan komponen dalam bentuk grupset. Ini terjadi akibat
perkembangan Shimano yang luar biasa dan mulai memproduksi komponen di luar
derailleur, hub, dan freewheel.
SunTour yang terikat aturan main JEX menggandeng sesama anggota JEX untuk
menawarkan grupset, walau pengembangan yang dilakukan menjadi kurang optimal
akibat banyaknya perusahaan yang terlibat.
Di dekade ini pun SunTour menjadi komponen
satu-satunya untuk sepeda jenis baru yang baru mulai diproduksi massal, sepeda
gunung. Ini menjadi keuntungan SunTour hingga akhirnya Shimano merilis Deore XT
tahun 1983. Inovasi lain untuk sepeda gunung yang fenomenal adalah Micro Drive
yang dirilis tahun 1992. Penggunaan rasio gigi yang lebih kecil membuat
komponen SunTour lebih ringan dan ringkas dibanding pesaingnya. Inovasi ini pun
ditiru Shimano beberapa tahun kemudian.
 |
Grupset MicroDrive, salah satu inovasi SunTour |
Di dekade 1990-an nama SunTour mulai meredup.
Bermula dari harga jual produk yang lebih rendah, SunTour mengalami kesulitan
dalam anggaran riset dan pengembangan. Harga jual produk SunTour lebih rendah
dari pesaingnya, seperti Shimano, bahkan hingga setengah harga pesaingnya dari
Eropa. Walaupun daya beli pesepeda mampu untuk membeli produk dengan kualitas
SunTour dengan harga lebih tinggi. Keputusan SunTour menjual dengan harga
produksi ditambah sedikit keuntungan membuat perusahaan itu tertinggal dalam
riset dan pengembangan. Untuk mengkompensasi hal itu, SunTour membeli tiga
lisensi paten, sistem transmisi depan dari Browning, sistem injeksi gemuk dari
WTB, dan sistem pengereman dari Pedersen. Ketiga inovasi ini, walaupun canggih
dan berperforma tinggi, ternyata produksinya memakan biaya tinggi dan sangat
kompleks sehingga SunTour mengalami kerugian besar.
 |
Inovasi Crank Browning yang patennya dibeli SunTour |
Tahun 1990-an, semakin sedikit sepeda
menggunakan komponen SunTour, hingga SunTour terbelit hutang. Di pertengahan
dekade tersebut Mori Industries, Inc. yang sebelumnya membeli Sakae Ringyo
membeli Maeda-SunTour dan menggabungkan kedua perusahaan tersebut. Komponen
sepeda SunTour pun berangsur hilang dari peredaran hingga sama sekali hilang di
tahun 2000. Saat ini merk SunTour ada dalam bentuk produk suspensi SR SunTour
hasil produksi merger SunTour dan Sakae Ringyo. Sementara itu, di dunia tinggal
tersisa tiga pabrikan grupset sepeda, Campagnolo, Shimano, dan pendatang baru,
SRAM.
(Goestarmono)
No comments:
Post a Comment