Showing posts with label freeride. Show all posts
Showing posts with label freeride. Show all posts

Friday, January 9, 2015

Cyclepedia: Slopestyle

Istilah slopestyle dipinjam dari olahraga ski. Olahraga ski slopestyle adalah nomor di mana peski menuruni lintasan dengan rintangan berupa railing tangga, lompatan, dan objek lainnya. Penilaian nomor ini didasarkan pada kesulitan trik, ketinggian lompatan, eksekusi trik, dan penampilan secara umum. Sebenarnya, permainan dengan sistem penilaian seperti itu sudah lebih dulu dilakukan di cabang skateboard dan BMX, yaitu dalam nomor Park.

Dalam masa awal sepeda gunung belum dikenal nomor yang didasarkan pada penilaian trik. Hingga akhir dekade 1990-an nomor seperti cross country, downhilll, dual slalom, dan lain-lain masih didasari pada kecepatan pebalap melewati jarak tertentu. Satu-satunya nomor sepeda gunung yang tidak didasari kecepatan saat itu adalah biketrials yang didasari kemampuan pesepeda gunung melewati rintangan tanpa menurunkan kaki.

Pada awal dekade 2000-an, daerah British Columbia di Kanada mulai dilirik sebagai salah satu kiblat sepeda gunung dunia. Gaya bersepeda gunung pun mulai berubah, ada penilaian lain selain kecepatan, dan lahirlah genre freeride. Namun evolusi permainan sepeda gunung tidak langsung menjadi seperti sekarang ini.

Sebelum slopestyle menjadi seperti sekarang ini dikenal istilah hucking. Hucking adalah menurunkan sepeda dari tempat yang tinggi. Salah satu tokohnya adalah Josh Bender yang memegang rekor drop tertinggi bersama Tyler Klassen setinggi 15 meter, walaupun ia gagal dalam percobaannya untuk menuruni drop setinggi 18 meter.

Tahun 2004, di Whistler, British Columbia dipertandingkan nomor slopestyle untuk pertama kali dalam rangkaian event Crankworx. Saat itu Paul Basagoitia mencuri perhatian dengan menjuarai event tersebut walau sebelumnya ia tidak dikenal dalam dunia sepeda gunung.

Saat ini slopestyle dilombakan dalam berbagai acara seperti FMB World Tour. Rangkaian FMB World Tour terdiri dari 36 seri dan 5 seri di antaranya adalah event Diamond Series atau seri puncak dari rangkaian FMB World Tour.

Salah satu event slopestyle yang terkenal adalah Red Bull Rampage yang juga termasuk dalam rangkaian FMB World Tour. Didanai oleh sponsor raksasa minuman berenergi, event ini adalah lomba terbesar dengan bentuk invitasi. Red Bull Rampage pertama kali diadakan tahun 2001, walau sempat dihentikan tahun 2005 sampai 2007. Kebanyakan pemenang event ini berasal dari Kanada. Nama-nama seperti Wade Simmons, Tyler Klassen, Brandon Semenuk, dan Kurt Sorge adalah freerider Kanada yang pernah menjuarai Red Bull Rampage.

(Goestarmono, dimuat di Back2boseh Pikiran Rakyat 14 Desember 2014)

Friday, January 2, 2015

Komunitas Freeride British Columbia

 Evolusi sepeda terutama sepeda gunung menarik untuk diperhatikan. Dalam 40 tahun evolusi sepeda gunung, bentuk sepeda gunung pun berubah jauh dari akarnya. Bentuk sepeda yang awalnya mengadopsi sepeda beach cruiser berevolusi hingga ke sepeda gunung modern seperti terlihat saat ini.

Perkembangan awal sepeda gunung bermula dari California atau Colorado, Amerika Serikat. Tokoh-tokoh pionir sepeda gunung seperti Joe Breeze, Gary Fisher, dan Charlie Kelly berasal dari sana, mereka menuruni Gunung Tamalpais di Marin County. Penggunaan sepeda gunung masih berkembang tidak berbeda jauh dari akarnya tersebut. Lintasan legendaris seperti Gunung Mammoth, Big Bear, Vail, dan lain-lain masih menyajikan jalanan yang lebar dan kecepatan tinggi. Event Kamikaze di Gunung Mammoth misalnya, mencatat rekor kecepatan tertinggi 110 kilometer/jam oleh Jimmy Deaton

Namun wajah sepeda gunung berubah pada akhir dekade 1990-an. Komunitas sepeda gunung di British Columbia mulai memainkan sepeda gunung di tempat yang sama sekali berbeda. Pesepeda gunung seperti Wade Simmons, Andrew Shandro, dan lain-lain mulai memainkan sepeda gunung mereka dalam hutan sub tropis yang mendominasi lansekap British Columbia. Ramp dan lompatan mereka buat sebagai syarat dari Dinas Kehutanan setempat untuk mengurangi erosi akibat sepeda gunung.

Sejak itulah kecepatan tinggi yang mewarnai sepeda gunung berganti menjadi “seni” bersepeda gunung dengan lompatan, tanggul lintasan (berm), drop, dan gap dengan irama yang mengalir menampilkan keindahan bersepeda gunung atau melakukan trick seperti backflip, scrub, no hander, dan lain-lain.

Saat itu memang komunitas sepeda British Columbia berani tampil beda dari komunitas sepeda lainnya. Di saat pesepeda gunung lain beradu cepat di lintasan yang terbuka dan relatif mulus, mereka memilih menghilang ke dalam hutan. Tangan mereka kapalan oleh pekerjaan kayu untuk membuat rintangan seperti jembatan, lompatan, drop, hingga papan jungkitan. Imajinasi mereka tentang lintasan sepeda gunung memang tidak terbayang di belahan dunia lain.

Selain di dalam hutan milik negara dan milik pribadi, tahun 1998, sebuah resort ski yang berlokasi 125 kilometer sebelah utara Vancouver dibuka untuk kegiatan sepeda gunung di musim panas. Resort ini berkembang hingga di tahun 2014 ini memiliki 47 lintasan dengan panjang lebih dari 250 kilometer. Resort itu mengambil nama dari dua gunung yang dikelolanya, yaitu Whistler dan Blackcomb.

Sejak 2004, Whistler Blackcomb menyelenggarakan Crankworx, sebuah festival sepeda gunung freeride yang menjadi acuan pesepeda gunung dari disiplin itu. Event ini memang menggambarkan freeride secara umum. Festival ini mempertandingkan kompetisi pump track, enduro, dan slopestyle selain nomor downhill. Tahun ini Crankworx juga diselenggarakan di Rotorua, Selandia Baru dan Les 2 Alpes, Prancis selain di Whistler.

Perubahan gaya bersepeda membutuhkan alat yang berbeda pula. Beruntung Kanada memililki beberapa pabrikan sepeda berkualitas seperti Race Face (sekarang Raceface), Rocky Mountain, Norco, dan Syncros. Ini yang membuat gayung bersambut.  Pabrikan sepeda dan komponen dari Kanada mempersenjatai pesepeda gunung mereka dengan komponen yang lebih kuat untuk menaklukkan trek yang lebih berat itu.

Penggunaan yang berbeda membuat prioritas pengembangan komponen desain pun berbeda pula. Sebelum dekade 2000-an pabrikan komponen sepeda berlomba menawarkan komponen dengan bobot seringan mungkin dalam tampilan yang centil dengan warna anodisasi aluminum yang menyolok, maka di dekade 2000-an komponen sepeda tersedia dengan desain yang kokoh dan warna lebih moderat dengan teknik cat bubuk (powder coating).

Saat ini British Columbia sudah menjadi salah satu pusat sepeda gunung dengan resort di daerah ini menjadi tujuan pesepeda gunung di seluruh dunia. Tidak kurang dari 100.000 pengunjung selama musim panas setiap tahunnya mendatangi resort ini. Whistler adalah resort terbesar di Provinsi British Columbia, selain resort tersebut, terdapat lebih dari 25 bike park yang tersebar di berbagai daerah di provinsi itu.

Komunitas sepeda di British Columbia membuktikan, kreatifitas masing-masing daerah dapat menentukan arah perkembangan dunia sepeda gunung.


(Goestarmono, dimuat di Back2boseh Pikiran Rakyat, 7 Desember 2014)

Friday, December 26, 2014

Coastal Crew dan Menjadi Diri Sendiri

Coasteal Crew di APDHC 2014
Ajang lomba balap downhill yang diselenggarakan secara internasional telah diselenggarakan di Bukit Tengah, Klungkung, Bali tanggal 9 November lalu. Pada ajang ini, beberapa atlet profesional dari seluruh dunia sudah rutin hadir. Para pembalap downhill yang mewakili berbagai pabrikan sepeda terkemuka dunia menunjukkan kemampuan mereka bersama pembalap dari Indonesia.

Untuk tahun ini ada yang berbeda. Salah satu pabrikan membawa freerider mereka. Dylan Dunkerton, Curtis Robinson, dan Kyle Norbraten, pesepeda gunung dari Sunshine Coast, British Columbia. Mereka adalah Coastal Crew.

Curtis Robinson
Pertemanan mereka bermula dari masa sekolah. Dylan dan Curtis bersekolah di sekolah yang sama. Sementara itu, Kyle Norbraten menjadi teman mereka setelah pindah ke Sunshine Coast tahun 2007 untuk mengembangkan kegiatan bersepeda di Capilano University.

Mereka suka bersepeda gunung, dan melakukannya di tempat kelahiran genre freeride membuat kemampuan mereka terasah. Hal itu membuat Andrew Shandro, mengajak mereka untuk memulai Summer Gravity Camp 14 tahun yang lalu. Di camp ini mereka melatih peserta untuk bersepeda gunung dengan benar dan meningkatkan kemampuan mereka sehingga bisa menikmati kegiatan bersepeda gunung. Tak terhitung banyaknya peserta dari seluruh penjuru dunia yang pernah mengikuti camp ini.

Dylan Dunkerton
Pelajaran fotografi yang mereka pelajari di sekolah menjadi langkah berikutnya. Teknik fotografi itu mereka adopsi untuk mendokumentasikan kegiatan mereka bersepeda gunung di pegunungan sekitar Sunshine Coast, British Columbia dalam bentuk video. Satu hal berlanjut ke hal lain. Mereka bertemu dengan Bjorn Enga, pendiri Radical Film. Tahun 2007 Bjorn membuka studio di Sunshine Coast.
Dylan, Curtis, dan Kyle terlibat dalam pembuatan video Kranked 7 tahun tersebut. Di seri berikutnya, Kranked 8 yang dirilis tahun 2009, mereka ikut serta bersepeda di dalam video tersebut. Saat itulah Bjorn memberi mereka nama Coastal Crew, pesepeda dari Sunshine Coast. Setelah mereka membantu Bjorn, tahun 2011 mereka merilis video mereka sendiri “From the Inside Out”dilanjutkan dengan “Arrival”tahun 2013.

Kyle Norbraten
Besarnya komunitas sepeda gunung di British Columbia membuat destinasi utama sepeda gunung seperti Whistler Blackcomb menjadi terlalu penuh untuk dinikmati. Salah satu yang merasa seperti itu adalah Darren Hemstreet. Suatu hari, Darren beserta keluarganya pergi ke Whistler Blackcomb untuk bersepeda gunung. Panjangnya antrian di setiap lift pengangkut sepeda membuatnya menghabiskan waktu untuk mengantre, dan bukan bersepeda. Bersamaan dengan itu pula ia berpikir tentang banyaknya uang yang didapat dari resort tersebut, dan berpikir mengapa ia tidak membuatnya di dekat rumahnya di Sunshine Coast.

Coastal Crew, Darren Hemstreet, dan crew Coast Gravity Park lainnya
Darren adalah kontraktor dan operator alat berat dari Sunshine Coast. Perjalanan sekitar 150 kilometer ke Whistler itu membuatnya mengajak Coastal Crew membangun sebuah bike park di Sechelt, Sunshine Coast. Setelah satu setengah tahun mereka bekerja menggali, membangun lintasan dan rintangan, akhirnya bike park tersebut, Coast Gravity Park resmi dibuka September 2013. Saat ini Coast Gravity Park memiliki 12 lintasan berbeda yang mengakomodir pesepeda gunung dengan berbagai tingkatan keahlian dari lintasan yang lebar dan mulus hingga lintasan untuk pesepeda profesional dengan berm, gap, dan jump raksasa.

Curtis Robinson
Dari berbagai hal yang Coastal Crew lakukan, mereka berhasil mendapatkan sponsor dan mendapat penghasilan yang bisa menyokong kehidupan mereka. Menurut Dylan, selain kecepatan, kesulitan trik yang dilakukan, tingginya lompatan atau drop, sponsor juga membutuhkan orang yang dapat diasosiasikan seperti pesepeda gunung pada umumnya. Orang-orang yang selalu menikmati bersepeda gunung dan mau membantu orang lain untuk menikmati bersepeda gunung pula.

(Goestarmono, dimuat di Back2boseh Pikiran Rakyat 7 Desember 2014)