Showing posts with label downhill. Show all posts
Showing posts with label downhill. Show all posts

Thursday, January 19, 2017

5 Tips Menaklukkan Akar

Merasa kesulitan saat bersepeda melewati akar? lakukan tips ini untuk mengatasi permukaan yang licin.
Akar yang terekspos bukanlah masalah buat Remi © Bartek Wolinski
Oleh Richard Bennett pada 14 Januari 2017

Melihat akar pohon basah dapat membuat pesepeda keluar keringat dingin. Akar amatlah licin dan cukup tak terduga - detik ini Anda mampu, berikutnya sudah di atas tanah bertanya-tanya apa yang terjadi. Kami pernah merasakannya dan ada memar untuk membuktikannya, tetapi tidak harus dengan begitu seharusnya. Baca terus tips kami untuk memandu Anda berurusan dengan akar.
Remi Thirion dalam hutan dan dedaunan
1. Luruskan akar

Mungkin tips paling berharga ketika melewati akar adalah kemampuan untuk meluruskan hantaman. Ini berarti jika akar berada di jalan, Anda ingin melewati mereka selurus mungkin. Hal ini tidak akan selalu mungkin dan Anda mungkin harus menyesuaikan jalur yang sesuai. Bagian penting untuk diingat adalah bahwa jalur yang paling lurus mungkin bukanlah yang tercepat, atau paling banyak traksi, sehingga meluruskan adalah cara terbaik untuk memaksimalkan traksi, kontrol dan kecepatan Anda dalam satu langkah.

2. Dapatkan tekanan ban yang tepat

Tekanan ban muncul di hampir setiap teknik sepeda gunung -dari turunan ke tanjakan - dan begitu juga dengan akar. Jika ban Anda terlalu keras, rangka ban tidak akan meredam dan membuat Anda memantul dari akar dan kehilangan kontrol. Terlalu empuk dan Anda risiko pinch flat meningkat, merusak semua kesenangan. Tidak ada tekanan yang pasti untuk mengatasi akar, tapi mungkin lebih rendah dari biasanya digunakan, jadi bereksperimen lah dan ukur tekanan ban Anda. Pembalap pro sering bisa merasakan perbedaan setengah psi di ban mereka, sehingga tip ini tidak dapat diremehkan.
Gee Atherton dalam hutan © Bartek Wolinski / Red Bull
3. Kurangi membebani sepeda

Jika bagian berakar pendek dan Anda ingin melewatinya dalam kecepatan maksimum, maka unweighting sepeda saat menabrak akar akan membuat perbedaan besar. Ini berarti melompat sesaat dan menggeser berat badan Anda ke atas untuk membuat sepeda pergi lebih ringan saat menabrak akar, sedikit seperti bunnyhop. Cukup halus, sehingga tidak memerlukan loncatan besar, tetapi akan membantu Anda untuk melewati akar, bukan menabraknya. Lihatlah setiap pembalap pro membalap untuk melihat teknik ini secara lengkap - mereka jagonya unweighting sepeda untuk memaksimalkan kecepatan.

4. Mengasah teknik Anda

Bersepeda di akar dengan baik, terutama yang basah, membutuhkan pengendalian yang ringan. Ini berarti mengerem secara perlahan dan menghindari perubahan arah mendadak, karena ini dapat menyebabkan kecelakaan. Longgarkan grip juga, yang akan memungkinkan sepeda untuk bergerak bebas di bawah Anda. Seperti halnya teknik sepeda gunung lain, ini membutuhkan latihan, temukan bagian yang dapat Anda latih lagi dan lagi untuk mengasah teknik Anda.

Rachel di atas akar © Bartek Wolinksi / Red Bull
5. Menjaga hal-hal mendatar

Saat basah dan licin, sangat penting untuk menjaga berat badan Anda berpusat pada sepeda. Jika Anda condong ke satu sisi, atau memiliki satu pedal ke bawah, kemungkinan tergelincir akan meningkat. Saat Anda datang ke bagian berakar lagi, pikirkan tentang menjaga pedal sejajar dengan berat yang seimbang pada titik kontak Anda pada stang dan pedal. Ini akan memberi grip dan kontrol yang lebih baik - dan siapa yang tidak ingin itu?

Thursday, January 12, 2017

Perubahan Tim 2017

5 Januari 2017

Saat kalender diganti dan bumi memulai putaran lain mengelilingi matahari, ada banyak perubahann terjadi di antara berbagai tim sepeda gunung selama pertengahan libur musim. Dari bulan November, ada beberapa petunjuk tentang berbagai perubahan tim Piala Dunia dan perpindahan atlet. Dan sekarang setelah beberapa minggu dan bulan gosip dan dugaan, banyak dari mereka yang sekarang menjadi jelas.

Berikut adalah puncak dari episode perpindahan tim dari dunia balap sepeda gunung .

1. Manon Carpenter Meninggalkan Madison / Saracen, Bergabung dengan Radon Bikes
Superstar dari Wales, Manon Carpenter, pindah ke perusahaan sepeda Jerman Radon.
Radon Swoop, senjata baru Manon Carpenter untuk World Cup Downhill.

2. Mathias Flückiger Bergabung dengan Radon Bikes
Berbicara tentang Radon Bikes, ada sekelompok pembalap baru yang mengibarkan bendera merek direct-to-consumer Jerman ini, termasuk pembalap XC Swiss; Mathias Flückiger.

3. Josh Bryceland Berhenti dari Piala Dunia DH
Salah satu rahasia yang disimpan terburuk dari dunia balap, Josh Bryceland berhenti dari Piala Dunia DH.

Jika Anda tahan mendengarkan 22 menit suara Josh Bryceland ini, di video ini Brycleand mengumumkan mengapa dia mundur dari balap downhill papan atas.

4. Jolanda Neff Bergabung dengan Kross Bikes

Bukan rumor baru, tetapi tetap berita besar. Pesepeda gunung hebat Swiss yang lain berpindah tim untuk 2017, kali ini Jolanda Neff. Neff akan berlomba untuk Kross pada tahun 2017, dan berharap untuk keberuntungan yang lebih baik setelah cedera punggungnya pada 2016. Selamat berjuang Jolanda!

5. Canyon Membentuk tim World Cup DH

Sedikit cuplikan dari merek sepeda Jerman, yang meluncurkan sepeda downhill serat karbon baru, pada tahun 2016. Untuk menjadi pengendaranya, Canyon mengumpulkan Tim World Cup DH yang dikabarkan termasuk Troy Brosnan dan Greg Williamson.
Foto kiriman Canyon Bikes (@canyon_bikes) pada

6. Brian Lopes Meninggalkan Intense Cycles

Walaupun Brian Lopes tidak ikut serta di sirkuit balap UCI untuk beberapa waktu, nama besarnya tidak hilang dan aset besar untuk semua sponsornya. Jadi berita tentang dia meninggalkan Intense Cycles sangat penting – ke mana Lopes akan pindah berikutnya?

7. Adam Craig pensiun
8. Yoann Barelli Bergabung dengan Commencal
Yoann Barelli
Anda mungkin telah membaca cerita di awal pekan ini , bintang Prancis / Kanada baru-baru ini mengumumkan kepindahannya ke Commencal.

9. Andrew Neethling meninggalkan Polygon
Bintang downhill Afrika Selatan Andrew Neethling mengumumkan dia pindah dari Polygon Bikes. Setelah karir balap yang panjang, Needles belum tentu pensiun dari balap, tetapi ia telah menunjukkan bahwa dia "gembira tentang masa depannya!"

Jadi, apa perubahan tim dan perpindahan atlet lainnya yang dapat kita tambahkan ke dalam daftar?

10. Richie Rude & Yeti Kembali ke Piala Dunia DH?

Foto kiriman Richie Rude (@richie_rude1) pada

Artikel asli: Musical Chairs: 2017 Team Changes

Friday, December 26, 2014

Coastal Crew dan Menjadi Diri Sendiri

Coasteal Crew di APDHC 2014
Ajang lomba balap downhill yang diselenggarakan secara internasional telah diselenggarakan di Bukit Tengah, Klungkung, Bali tanggal 9 November lalu. Pada ajang ini, beberapa atlet profesional dari seluruh dunia sudah rutin hadir. Para pembalap downhill yang mewakili berbagai pabrikan sepeda terkemuka dunia menunjukkan kemampuan mereka bersama pembalap dari Indonesia.

Untuk tahun ini ada yang berbeda. Salah satu pabrikan membawa freerider mereka. Dylan Dunkerton, Curtis Robinson, dan Kyle Norbraten, pesepeda gunung dari Sunshine Coast, British Columbia. Mereka adalah Coastal Crew.

Curtis Robinson
Pertemanan mereka bermula dari masa sekolah. Dylan dan Curtis bersekolah di sekolah yang sama. Sementara itu, Kyle Norbraten menjadi teman mereka setelah pindah ke Sunshine Coast tahun 2007 untuk mengembangkan kegiatan bersepeda di Capilano University.

Mereka suka bersepeda gunung, dan melakukannya di tempat kelahiran genre freeride membuat kemampuan mereka terasah. Hal itu membuat Andrew Shandro, mengajak mereka untuk memulai Summer Gravity Camp 14 tahun yang lalu. Di camp ini mereka melatih peserta untuk bersepeda gunung dengan benar dan meningkatkan kemampuan mereka sehingga bisa menikmati kegiatan bersepeda gunung. Tak terhitung banyaknya peserta dari seluruh penjuru dunia yang pernah mengikuti camp ini.

Dylan Dunkerton
Pelajaran fotografi yang mereka pelajari di sekolah menjadi langkah berikutnya. Teknik fotografi itu mereka adopsi untuk mendokumentasikan kegiatan mereka bersepeda gunung di pegunungan sekitar Sunshine Coast, British Columbia dalam bentuk video. Satu hal berlanjut ke hal lain. Mereka bertemu dengan Bjorn Enga, pendiri Radical Film. Tahun 2007 Bjorn membuka studio di Sunshine Coast.
Dylan, Curtis, dan Kyle terlibat dalam pembuatan video Kranked 7 tahun tersebut. Di seri berikutnya, Kranked 8 yang dirilis tahun 2009, mereka ikut serta bersepeda di dalam video tersebut. Saat itulah Bjorn memberi mereka nama Coastal Crew, pesepeda dari Sunshine Coast. Setelah mereka membantu Bjorn, tahun 2011 mereka merilis video mereka sendiri “From the Inside Out”dilanjutkan dengan “Arrival”tahun 2013.

Kyle Norbraten
Besarnya komunitas sepeda gunung di British Columbia membuat destinasi utama sepeda gunung seperti Whistler Blackcomb menjadi terlalu penuh untuk dinikmati. Salah satu yang merasa seperti itu adalah Darren Hemstreet. Suatu hari, Darren beserta keluarganya pergi ke Whistler Blackcomb untuk bersepeda gunung. Panjangnya antrian di setiap lift pengangkut sepeda membuatnya menghabiskan waktu untuk mengantre, dan bukan bersepeda. Bersamaan dengan itu pula ia berpikir tentang banyaknya uang yang didapat dari resort tersebut, dan berpikir mengapa ia tidak membuatnya di dekat rumahnya di Sunshine Coast.

Coastal Crew, Darren Hemstreet, dan crew Coast Gravity Park lainnya
Darren adalah kontraktor dan operator alat berat dari Sunshine Coast. Perjalanan sekitar 150 kilometer ke Whistler itu membuatnya mengajak Coastal Crew membangun sebuah bike park di Sechelt, Sunshine Coast. Setelah satu setengah tahun mereka bekerja menggali, membangun lintasan dan rintangan, akhirnya bike park tersebut, Coast Gravity Park resmi dibuka September 2013. Saat ini Coast Gravity Park memiliki 12 lintasan berbeda yang mengakomodir pesepeda gunung dengan berbagai tingkatan keahlian dari lintasan yang lebar dan mulus hingga lintasan untuk pesepeda profesional dengan berm, gap, dan jump raksasa.

Curtis Robinson
Dari berbagai hal yang Coastal Crew lakukan, mereka berhasil mendapatkan sponsor dan mendapat penghasilan yang bisa menyokong kehidupan mereka. Menurut Dylan, selain kecepatan, kesulitan trik yang dilakukan, tingginya lompatan atau drop, sponsor juga membutuhkan orang yang dapat diasosiasikan seperti pesepeda gunung pada umumnya. Orang-orang yang selalu menikmati bersepeda gunung dan mau membantu orang lain untuk menikmati bersepeda gunung pula.

(Goestarmono, dimuat di Back2boseh Pikiran Rakyat 7 Desember 2014)

Tuesday, July 1, 2014

Seri 4 World Cup Downhill, Leogang, Austria

Setelah gagal pada seri yang diselenggarakan di negaranya, pebalap Inggris kembali merajai seri World Cup Downhill ke 4 yang diselenggarakan di Leogang, Austria. Namun bukan kakak beradik Atherton yang menjuarai event tersebut. Adalah Manon Carpenter (Madison Saracen) dan Josh Bryceland (Santa Cruz Syndicate) yang berhasil mempersembahkan puncak podium bagi Inggris.



Juara seri 4 World Cup Downhill, Manon Carpenter (foto: Fraser Britton)
Di bagian putri Manon Carpenter mendominasi seluruh seri lomba. Setelah berhasil mencatat waktu tercepat di babak kualifikasi, ia juga memenangkan babak final dengan waktu 3 menit 42,517 detik dan kecepatan tertinggi di speed trap dengan 46,129 kilometer per jam. Ia mengalahkan rekan senegaranya Rachel Atherton (GT Factory Racing) yang tertinggal 2,699 detik. Sementara itu pebalap Perancis, Myriam Nicole (Commençal/Riding Addiction) menduduki podium ketiga, tertinggal 4,028 detik. Dengan kemenangan ini Manon semakin kokoh berada di puncak klasemen World Cup di atas Emmeline Ragot (Perancis/Lapierre) yang pada lomba ini berada di posisi ke empat. Melengkapi podium adalah rekan senegara Manon dan Rachel, Tahnee Seagrave (FMD Racing).

Juara seri 4 Downhill World Cup, Josh Bryceland (foto: Bartek Wolinski)
Di bagian putra Josh Bryceland berhasil menyelesaikan lintasan sepanjang 2,49 kilometer dalam waktu 3 menit 18,749 detik. Ia berhasil finish lebih cepat 1,275 detik dari rekan setimnya, Greg Minaar (Afrika Selatan). Di tempat ketiga adalah pemenang seri Fort Williams, Troy Brosnan (Australia/Specialized Racing DH) dengan waktu 3:20,033.

Aaron Gwin menyelesaikan lomba tanpa ban belakang (foto: Flow Mountain Bike)
Pada babak kualifikasi, Josh Bryceland menempati posisi ketiga di bawah Loic Bruni (Perancis/Lapierre Gravity Republic) dan Aaron Gwin (Amerika Serikat/Specialized Racing DH). Saat Josh menyelesaikan lombanya, Loic dan Aaron masih bisa mengalahkan catatan waktu Josh. Gwin memperoleh kesempatan pertama, namun kempesnya ban Aaron saat awal lomba menggagalkan niatnya menjuarai seri ini. Namun mengingat posisinya yang sedang memuncaki klasemen membuatnya tetap melanjutkan lomba tanpa ban belakang dan finish dengan waktu 3:58,066 dan mendapat poin 3. Selanjutnya kesempatan beralih pada pencetak waktu tercepat pada kualifikasi, Loic Bruni. Kiprah Loic Bruni di babak final sempat membuat khawatir Josh Bryceland. Loic Bruni terbukti memang cepat, dengan mencetak waktu tercepat pada split 1 dan 2, waktu yang dicatat pada split tersebut berkisar 0,7 dan 0,5 detik lebih cepat dari waktu Josh Bryceland. Sayangnya kesalahan di bagian akhir membuatnya gagal mencetak waktu terbaik dan finish lebih lambat 6,554 detik dari Josh.

Setelah seri Leogang ini di bulan Agustus seri World Cup akan berlangsung di benua Amerika. Tanggal 2-3 Agustus seri World Cup akan diadakan di Mt. St. Anne, Kanada dan minggu depannya di Windham, Amerika Serikat, sebelum kembali ke Eropa untuk seri penutup di Meribel, Perancis, 23-24 Agustus.


(Gustar Mono)

Friday, June 14, 2013

Kakak Beradik Menjuarai Seri Pembuka Kejuaraan Dunia Downhill






Kakak beradik tuan rumah Inggris dari tim GT Bicycles menjuarai seri pembuka World Cup sepeda gunung nomor downhill. Rachel dan George “Gee” Atherton menjuarai Seri pertama World Cup Downhill MTB 2013 di Fort Williams, pegunungan Ben Nevis, Skotlandia yang masuk ke wilayah Britania Raya. Lintasan ini sudah menjadi lintasan klasik dan selalu digunakan untuk ajang World Cup sepeda gunung sejak 2001, serta pernah menjadi tuan rumah kejuaraan dunia sepeda gunung tahun 2007.

Di bagian putri, Rachel Atherton mencatat waktu 5 menit 8,846 detik mengalahkan rekan senegaranya yang juga juara dunia junior putrid tahun 2011, Manon Carpenter dari tim Madison Saracen dengan perbedaan waktu 10,139 detik. Di tempat ketiga, Emmeline Ragot (Lapierre Gravity Republic) memimpin rombongan pembalap Prancis yang mengisi posisi ketiga hingga keenam dengan catatan waktu 5’20,219”.
Di bagian putra, banyak pembalap unggulan mendapat hasil kurang baik di seri ini. Greg Minaar (Afrika Selatan, Santa Cruz Syndicate), juara dunia 2012 hanya menduduki posisi ke 8, sementara juara seri World Cup tahun lalu, Aaron Gwin (Amerika Serikat, Specialized) hanya mampu meraih posisi ke 20.
Saudara Rachel, Gee Atherton, pebalap dengan tinggi badan 190 cm ini menjuarai balapan yang berlangsung dalam cuaca berawan ini dengan mengalahkan Brook McDonald (Selandia Baru, Trek) dan Steve Smith (Kanada, Devinci) dengan keunggulan 1,142 detik dan 1,361 detik.

Dengan lintasan Fort William sepanjang 2,82 kilometer, Gee Atherton menjuarai event ini dalam kecepatan rata-rata 36,687 kilometer per jam di trek yang berbatu, akar, dan beberapa rintangan lainnya. Kecepatan tertinggi di speed trap yang disediakan panitia adalah 63,594 kilometer per jam yang dicapai Sam Blenkinsop (Selandia Baru, Lapierre Gravity Republic) pemegang juara ke empat. Di bagian putri kecepatan rata-rata Rachel adalah 32,87 kilometer per jam, dan kecepatan tertinggi diraih Manon Carpenter yang sempat mengalami keracunan makanan pada latihan hari pertama dengan kecepatan 59,105 kilometer per jam. Hasil yang diraih pembalap kakak beradik ini juga menjadi pengulangan kejuaraan dunia 2008, saat mereka menjuarai kelas masing-masing di Val di Sole, Italia.
Marc Beaumont, Rider GT yang menggunakan GT Fury Baru

Di seri pembuka ini banyak pembalap yang menggunakan peralatan baru. Tim GT terbukti sukses memperbaharui GT Fury yang digunakan “team Atherton” dengan sepeda dengan kokpit yang lebih panjang, bottom bracket lebih rendah, dan sudut garpu yang lebih rendah dibandingkan versi sebelumnya. Sepeda yang diluncurkan berbarengan dengan seri pembuka World Cup ini diprediksi akan menjadi jajaran produk GT untuk umum tahun 2014.
Mick Hannah (AUS/Hutchinson UR) pembalap Polygon di ajang World Cup
Seri ini juga menjadi ajang perdana pabrikan sepeda Indonesia, Polygon di seri World Cup sepeda gunung. Digunakan oleh tim Hutchinson United Ride, hasil terbaik diraih pembalap kakak beradik dari Australia, Mick dan Tracey Hannah. Mick Hannah menduduki peringkat ke 5 di kelas putra, sementara adiknya, Tracey Hannah menduduki peringkat 9 di kelas putri. Hasil yang didapat pada seri ini cukup baik mengingat ketatnya persaingan.

(Goestarmono, photo oleh mpora.com & Dan Hearn)